Sedikit saya ingin bercerita tentang kisah hidup ku.
Tak pernah ku menyangka hidup ku akan seperti ini. Alhamdulillah aku menemukan satu keluarga yang begitu baik kepada ku. Terima kasih terlebih dahalu aku ucapkan kepada Papa Mama dan Abang Angkat Ku yang telah menerima ku sebagai Anak dan Adik bagi keluarga yang Hormonis ini.
Awal mula saya mengenal keluarga ini dahulu tahun 2014 bulan dan tanggalnya saya sudah lupa.. Hehehe..
Waktu itu saat saya mengikuti Tes Menjadi Anggota Polisi disuatu daerah tempat tinggal saya, saya mengikutinya dengan penuh semangat dan niat yang begitu besar, karena cita-cita saya ialah untuk menjadi abdinegara,, hehehe
Saya udah mengikuti tes demi tes akhirnya saya sudah mencapai tes Fisik, dan disini saya gagal karena tidak sanggup untuk mengikuti tes Lari dan Akhirnya saya KAO alias gagal. Yah walaupun gagal saya pun tidak berkecil hati karna itu adalah suatu penghargaan yang besar yang pernah saya lakukan dalam hidup ku ini dan keluarga saya pun menerima kegagalan saya dengan iklas.. Alhamdulillah.
Akhir dari sekilas saya mengikuti tes menjadi abdi negara saya mengenal seseorang yang paling baik dalam hidup ku dia bisa dikatakan orang kedua setelah keluarga ku. Kebaikannya tidak bisa ku ungkapkan dengan kata-kata karena dia begitu sangat baik.
Saya mengenalinya pertama kali di sebuah sosial media. Kami bertemanan disosial media dan saling mengenal satu sama lain, kami saling berbagi tentang hidup yang kami alami, suka dan duka, sedih dan tawa untuk mengisi pembicaraan kami waktu itu, dan kami mulai akrab sebagai adik dan kakak, saya sangat senang dan saya berterima kasih kepadanya karena selama hidup ku tidak semua kasih sayang yang dia berikan kepda ku saya terima dari keluargaku, itu sangat sangat saya rasakan, Terima kasih bang. Sampai akhir hayat kan ku kenang jasa Mu dan keluarga kedua bagi hidup saya. 😂
Waktu itu saya sidikit ada masalah dengan keluarga. Permasalahan itu pun datang dari saya bukan dari keluarga saya, cuma hanya saya saja yang terlalu membesar besarkannya karena suatu keinginan saya tidak bisa dipenuhi oleh keluarga saya.
Saat itupun saya mulai menjadi seorang yang keras kepala dan selalu membangkang setiap perkataan dari keluarga saya, sampai puncaknya saya meninggalkan rumah untuk beberapa minggu untuk menghilangkan rasa egois dan amarah tanpa memberi tahu kepada keluarga saat saya meninggalkan rumah, begitu sakitnya hati ini rasanya pas waktu itu rasa iba sama ibu pun masih ada tetapi karena egois saya melangkah dari rumah. Setelah beberapa minggu tidak memberi kabar kepada keluarga ku, rasa egois itu pun tidak hilang jua, saya tidak memperdulikan apapun yang terjadi dikeluarga saya, suatu malam saya menerima telpon dari adik ibu, dia menanyai saya lagi dimana dan tinggal sama siapa karena sudah setiap semua family yang dekat dari rumah bahkan yang jauhpun sudah dicari ibu, dan ibu pun tidak mengetahui dimana saya tinggal dan sampai akhirnya ibu sakit begitu kata adik ibu pas saya mengangkat telponnya, dan dengan entengnya saya berkata "buat apa saya diperdulikan, kehendak saya pun tidak pernah dipenuhi, lebih baik saya pergi daripada masih dirumah itu" begitulah perkataan saya kepada tante saya saat itu. Yaa Allah betapa kejam nya hidup ku waktu itu, semoga dosa-dosa ku diampuni Yaa Allah.
Waktu itu saya memang tidak tinggal dengan family saya, saya tinggal sama orang yang begitu baik dan sangat-sangat baik dimata saya.
Sampai detik ini Saya masih bergantung kepada Keluarga ini dan tidak tau bagaimana caranya saya untuk membalas semua ini.
Mudah-mudahan suatu saat saya bisa membahagiakan orang tua saya dan orang tua angkat saya ini.
╮(╯▽╰)╭
Tidak ada komentar:
Posting Komentar